Bab II Konstitusi Kerajaan Jayantara ini adalah bagian dari cerita fiksi Berjudul Kerajaan Jayantara karya: M. Reza Al Barik Akbar.


BAB II KONSTITUSI KERAJAAN JAYANTARA

(Wilayah, Ibu Kota, Dan Susunan Kerajaan)

Pasal 11 — Wilayah Negara

  1. Wilayah Jayantara meliputi seluruh wilayah darat, perairan, ruang udara, dan wilayah yurisdiksi yang ditetapkan menurut hukum.
  2. Batas wilayah negara ditetapkan berdasarkan hukum nasional dan perjanjian internasional yang sah.
  3. Perubahan batas administratif kerajaan otonom tidak boleh digunakan untuk mengubah kedaulatan negara.
  4. Penyerahan atau pelepasan wilayah negara hanya dapat dilakukan melalui prosedur konstitusional yang ketat dan tidak dapat diputuskan sepihak.

Pasal 12 — Ibu Kota

  1. Mahabandar merupakan pusat pemerintahan nasional dan kedudukan lembaga-lembaga negara sesuai undang-undang.
  2. Pemindahan ibu kota hanya dapat dilakukan dengan undang-undang yang disetujui melalui prosedur khusus.
  3. Pemindahan ibu kota tidak mengubah status Mahabandar sebagai bagian dari Jayantara.

Pasal 13 — Susunan Wilayah

  1. Jayantara terdiri atas wilayah pusat dan dua puluh satu kerajaan otonom.
  2. Pembentukan wilayah administratif di dalam kerajaan otonom diatur berdasarkan undang-undang nasional dan peraturan kerajaan otonom.
  3. Pembentukan, penggabungan, pemekaran, atau perubahan batas kerajaan otonom wajib mempertimbangkan aspirasi penduduk, kelayakan pemerintahan, kesinambungan pelayanan, dan persatuan negara.
  4. Perubahan status kerajaan otonom tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan keputusan Raja Agung tanpa proses hukum dan konsultasi yang diwajibkan konstitusi.

Pasal 14 — Daftar Kerajaan Otonom

Kerajaan otonom Jayantara terdiri atas:

  1. Kerajaan Waringkara.
  2. Kerajaan Jayengrat.
  3. Kerajaan Mertawang.
  4. Kerajaan Gajamerta.
  5. Kerajaan Wirajaya.
  6. Kerajaan Wiranggada.
  7. Kerajaan Mandrawira.
  8. Kerajaan Rajawangsa.
  9. Kerajaan Giritama.
  10. Kerajaan Girikarsa.
  11. Kerajaan Wanagiri.
  12. Kerajaan Tarawana.
  13. Kerajaan Nagaprawira.
  14. Kerajaan Candraloka.
  15. Kerajaan Mandrawangsa.
  16. Kerajaan Rajamandala.
  17. Kerajaan Kertajaya.
  18. Kerajaan Wanasena.
  19. Kerajaan Gajendra.
  20. Kerajaan Mertanusa.
  21. Kerajaan Jayamerta.

Pasal 15 — Larangan Pemisahan Wilayah

  1. Kerajaan otonom tidak berhak memisahkan diri dari Jayantara.
  2. Tindakan yang bertujuan mengubah kerajaan otonom menjadi negara berdaulat tersendiri bertentangan dengan konstitusi.
  3. Perbedaan politik atau perselisihan kewenangan wajib diselesaikan melalui mekanisme konstitusional, bukan melalui kekerasan atau pemisahan sepihak.
  4. Penegakan pasal ini wajib membedakan tindakan kekerasan yang melanggar hukum dari pendapat damai atau kritik politik yang dilindungi konstitusi.


DISCLAIMER ⚠️

Cerita ini merupakan karya fiksi orisinal M. Reza Al Barik Akbar.

Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung, menyudutkan, atau menuduh pihak mana pun. Segala kemiripan dengan orang, tempat, organisasi, atau peristiwa nyata merupakan kebetulan atau inspirasi kreatif dan tidak menyatakan adanya hubungan secara nyata.

Hak cipta sepenuhnya milik M. Reza Al Barik Akbar. Dilarang memperbanyak atau memanfaatkan karya ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari penulis, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Suka dengan cerita ini? Dukung saya agar semangat dalam berkarya.

☕ Traktir Ngopi Bang Rey Ganteng


2 thoughts on “Bab II Konstitusi Kerajaan Jayantara | Cerita Fiksi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *